Ringkasan Berita
- Pemkab Kediri menyiapkan kalender wisata 2026 yang tersebar hampir sepanjang tahun.
- Event menggabungkan potensi budaya, alam, olahraga, dan ekonomi kreatif.
- Disparbud Kediri menargetkan peningkatan kunjungan wisata dan PAD berkelanjutan.
- Infrastruktur dan fasilitas wisata turut dibenahi untuk kenyamanan pengunjung.
Kediri (eastjavatraveler.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri terus mematangkan strategi pengembangan sektor pariwisata sepanjang tahun 2026. Salah satu fokus utama yang disiapkan adalah penguatan kalender wisata yang terintegrasi dengan pembangunan sarana dan prasarana di destinasi unggulan.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri menilai kalender wisata memiliki peran strategis sebagai instrumen promosi sekaligus penggerak ekonomi daerah. Dengan agenda yang tersebar hampir sepanjang tahun, diharapkan arus kunjungan wisatawan tidak hanya bersifat musiman.
Kepala Disparbud Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menjelaskan bahwa kalender event 2026 dirancang sebagai agenda tahunan yang mengedepankan potensi lokal di setiap wilayah. Konsep ini diarahkan untuk memperkuat daya saing destinasi wisata sekaligus menjaga keberlanjutan budaya masyarakat setempat.
Rangkaian kalender wisata akan dimulai pada Februari 2026 melalui tradisi Nyadran di Dusun Bloran, Desa Canggu, Kecamatan Badas. Agenda budaya berlanjut pada Maret dengan sejumlah kegiatan ritual dan kirab, antara lain Upacara Sesuci Tirta di situs Adipati Panjer, Kirab Ogoh-ogoh di Tarokan, serta tradisi Niti Sowan Hari Jing di Kecamatan Kepung.
Memasuki April dan Mei, Disparbud Kabupaten Kediri mulai menggelar event berskala olahraga dan seni. Beberapa di antaranya Kediri Aquatik di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Kontes Ternak Ringinrejo, Inspiration Art of Tegowangi, hingga Vespa Purtugis yang menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri. Pada periode ini juga digelar Kediri Half Marathon yang ditargetkan mampu menarik ribuan peserta dari berbagai daerah.
Agenda wisata budaya dan tradisi berlanjut pada Juni dengan ritual adat seperti Proses I Suro Menang Mendhem Golekan di Kandangan, Larung Sesaji Gunung Kelud, hingga Kelud Vespa Day di kawasan Sirkuit Gunung Kelud. Rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu mengangkat potensi wisata alam dan budaya di kawasan lereng Kelud.
Bulan Juli dan Agustus diisi dengan berbagai festival dan kegiatan budaya masyarakat, mulai dari Ritual Bersih Desa, Kebur Obalan di Wisata Ubalan, Kala Senja di Bumi Panjalu, hingga Bentang Bendera 1.000 Meter di Ringinrejo. Selain itu, terdapat pula Parade Cikar serta Festival Tari Semarak Badas Berbudaya.
Pada Oktober 2026, Disparbud Kabupaten Kediri menyiapkan event bertema kreatif dan olahraga, seperti Festival Batik Fashion, Kediri Run, serta peringatan hari jadi sejumlah destinasi wisata. Sementara pada November, agenda unggulan seperti Kelud Vertical Challenge dan Kediri International Film Festival disiapkan untuk menjangkau wisatawan minat khusus, baik pencinta olahraga ekstrem maupun industri kreatif.
Rangkaian kalender wisata 2026 akan ditutup dengan tradisi Bersih Dusun di Tunglur, Kecamatan Badas, serta perayaan malam pergantian tahun pada 31 Desember yang digelar di sejumlah titik keramaian.
Selain menyiapkan agenda event, Disparbud Kabupaten Kediri juga terus melakukan pembenahan dan pembangunan fasilitas pendukung pariwisata. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan pengalaman wisatawan selama berkunjung.
Dengan sinergi antara kalender event yang konsisten dan penguatan infrastruktur destinasi, Pemerintah Kabupaten Kediri optimistis sektor pariwisata mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan pendapatan asli daerah (PAD) secara berkelanjutan. (tas)

