Malang (eastjavatraveler.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, secara resmi membuka Tong Tong Night Market 2025 di Kota Malang pada Kamis (24/7). Festival malam bernuansa budaya ini kembali hadir sebagai pendorong ekonomi kreatif sekaligus destinasi wisata unggulan yang telah dinantikan masyarakat.
Dalam sambutannya, Emil menyebut Tong Tong Night Market sebagai salah satu festival budaya yang berhasil menggabungkan unsur kuliner, seni tradisional, serta industri kreatif dalam satu kesatuan yang memikat.
Tahun ini, festival tersebut masuk dalam daftar 110 event nasional Program Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif—sebuah pencapaian yang menegaskan eksistensinya di tingkat nasional.
“Saya mengucapkan selamat atas pencapaian luar biasa Tong Tong Night Market. Ini bukti nyata bahwa kolaborasi antara budaya, kuliner, dan industri kreatif bisa menciptakan daya tarik wisata berskala nasional hingga internasional,” ungkap Emil.
Warisan Budaya dan Sentuhan Historis
Memasuki tahun kesembilan pelaksanaan, Tong Tong Night Market menyuguhkan konsep pasar malam bernuansa heritage, lengkap dengan penggunaan mata uang lama “gulden” sebagai alat transaksi, memberikan pengalaman historis yang unik bagi pengunjung.
Festival ini menghadirkan lebih dari 50 pelaku UMKM dan perajin lokal, menawarkan produk-produk kreatif dan kuliner khas dari berbagai penjuru Jawa Timur.
Tidak hanya itu, pengunjung juga disuguhi pertunjukan seni budaya seperti tari topeng, angklung, layar tancap, keroncong, hingga permainan rakyat yang sarat nilai edukasi dan pelestarian budaya.
Daya Tarik Wisata dan Hiburan Keluarga
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyambut positif kehadiran festival ini. Ia menilai acara ini bukan hanya sebagai sarana hiburan bagi warga, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial dan promosi budaya.
“Event ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk jalan-jalan sore sekaligus menikmati jajanan tradisional khas Malang dan Jawa Timur,” ujarnya.
General Manager The Shalimar Boutique Hotel, yang menjadi penggagas acara ini, menjelaskan bahwa latar belakang festival ini terinspirasi dari makanan jadul dan kuliner khas Belanda. Ia menambahkan, salah satu tujuan festival ini adalah mengenalkan kembali permainan rakyat kepada generasi muda agar tetap mencintai budaya lokal.
“Tahun lalu, rekor pengunjung dalam satu hari bisa tembus hingga 6.000 orang. Kami berharap tahun ini bisa lebih baik lagi,” pungkasnya.
Harapan untuk Masa Depan
Wagub Emil berharap Tong Tong Night Market dapat terus menjaga konsistensi dalam tema, kualitas sajian, serta memperkuat sinergi antara pelaku industri kreatif, pemerintah, dan masyarakat.
“Tong Tong Night Market bukan sekadar festival, melainkan mercusuar budaya dan motor penggerak ekonomi kreatif Jawa Timur. Mari kita jaga dan kembangkan bersama agar tetap menjadi kebanggaan nasional dan daya tarik global,” tutup Emil. (abd)


