Surabaya (eastjavatraveler.com) – Pemerintah Kota Surabaya semakin mengukuhkan posisinya sebagai kota wisata dan budaya melalui penyelenggaraan ratusan agenda strategis sepanjang tahun 2025. Kegiatan tersebut mencakup sektor sosial budaya, pariwisata, seni, olahraga, hingga ekonomi kreatif, dengan skala lokal, nasional, dan internasional.
Penyelenggaraan berbagai event tersebut menjadi bagian dari strategi pembangunan kota yang berorientasi pada penguatan manusia, pelestarian budaya, serta kolaborasi lintas sektor. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa event tidak sekadar dimaknai sebagai hiburan, melainkan ruang kebersamaan yang mendorong pertumbuhan ekonomi, pendidikan karakter, serta penguatan identitas kota.
Tahun 2025 diawali dengan langkah strategis melalui Market Sounding Kawasan Kota Lama Surabaya 3.0. Kegiatan ini mempertemukan pemilik bangunan bersejarah dengan calon investor melalui kolaborasi Pemkot Surabaya dan Konsorsium II Program Kota Masa Depan UK PACT. Upaya tersebut ditujukan untuk menghidupkan kawasan heritage sebagai pusat ekonomi kreatif, pariwisata sejarah, serta ruang publik yang berkelanjutan.
Semangat toleransi dan keberagaman juga menjadi warna utama agenda kota. Kya-Kya Chunjie Fest 2025 di kawasan Kembang Jepun menghadirkan perjumpaan lintas budaya melalui sajian kuliner dan seni pertunjukan khas Pecinan. Sementara itu, nuansa religius hadir saat Ramadan 1446 Hijriah dengan dekorasi bernuansa Timur Tengah di sejumlah ruas jalan dan ruang publik kota.
Selama bulan Ramadan, Pemkot Surabaya turut memperpanjang jam operasional THP Kenjeran sebagai alternatif destinasi ngabuburit yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Kebijakan ini sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lokal dan pariwisata keluarga.
Di sektor pariwisata belanja, Pemkot Surabaya kembali menggelar Surabaya Holiday Super Sale (SHSS) 2025. Program ini melibatkan ribuan tenant di 17 pusat perbelanjaan dengan potongan harga hingga 80 persen sepanjang Desember. SHSS 2025 juga menghadirkan inovasi wisata murah melalui kerja sama dengan Bank Jatim, memungkinkan masyarakat mengunjungi empat destinasi unggulan hanya dengan tarif Rp500 per tiket menggunakan QRIS.
Empat destinasi tersebut meliputi THP Kenjeran, Wisata Perahu Kalimas, Museum 10 November, dan Area Tugu Pahlawan, yang semakin memperkuat citra Surabaya sebagai kota wisata yang inklusif dan terjangkau.
Penguatan sektor belanja juga dilakukan melalui Surabaya Shopping Festival (SSF) 2025 yang digelar bersama APPBI DPD Jawa Timur pada Mei 2025. Event ini menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-732 dan berkontribusi dalam mendorong daya beli masyarakat serta pertumbuhan ekonomi lokal.
Momentum HJKS ke-732 turut dimeriahkan dengan berbagai agenda budaya, seperti Kirab Budaya, Ruwat Sekertaning Bumi, pagelaran wayang kulit, hingga Sembrani Bumi Nusantara yang melibatkan ribuan penari remo. Sejumlah event hiburan dan olahraga juga digelar, antara lain Wali Kota Fishing Championship, Surabaya Pestapora di Kenjeran, serta Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025.
Bidang olahraga menjadi salah satu kekuatan utama Surabaya sepanjang 2025. Berbagai event bergengsi digelar, mulai dari Surabaya Marathon, Surabaya Big Fight, Barati Cup Internasional, Liga 4 Piala Wali Kota, hingga kejuaraan multi-cabang lainnya. Surabaya juga dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Voli Wanita U-21 FIVB 2025 serta Piala Presiden U-12 dan U-15, sekaligus memperkuat kesiapan kota untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah Porprov Jawa Timur 2027.
Di sektor seni dan kreativitas, ARTSUBS 2025 di Balai Pemuda menghadirkan ratusan seniman lintas medium. Program Inovboyo 2025 turut mendorong inovasi kepemudaan dan budaya, seiring dengan peluncuran identitas visual Surabaya City of Heroes sebagai bagian dari penguatan branding kota.
Daya tarik Surabaya di mata dunia juga tercermin dari kunjungan 18 kapal pesiar internasional sepanjang 2025. Wisatawan mancanegara antusias menjelajahi kawasan heritage, situs sejarah, serta ruang publik kota. Rangkaian acara menjelang peringatan 10 November, seperti Surabaya Juang dan Tjangrokan di Tugu Pahlawan, semakin menguatkan citra Surabaya sebagai kota bersejarah dan berdaya saing global.
Menutup kaleidoskop 2025, Wali Kota Eri Cahyadi menilai ratusan event yang digelar merupakan investasi sosial jangka panjang untuk memperkuat karakter, daya saing, dan kohesi sosial masyarakat Surabaya.
Sejalan dengan itu, Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono mengapresiasi arah pembangunan Kota Pahlawan yang mengedepankan kolaborasi dan gotong royong. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan Surabaya dalam menggerakkan sektor ekonomi, budaya, dan sosial, termasuk dalam masa pemulihan pascapandemi.
Adi berharap semangat kolaboratif tersebut terus terjaga agar Surabaya semakin kokoh sebagai pusat wisata, budaya, dan kreativitas, baik di tingkat nasional maupun internasional. (tas)


