Surabaya (eastjavatraveler.com) – Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Airlangga Community Development Hub (ACHD) melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Pengudang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 17–19 September 2025, ini fokus pada pengembangan potensi wisata berbasis ekowisata dan peningkatan keterampilan warga.
Ketua tim pengabdian masyarakat, Dr. Eng. Sapto Andriyono SPi MT dari Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNAIR, menjelaskan bahwa Desa Pengudang dipilih karena lokasinya berada di perbatasan negara sehingga rentan terhadap kasus perdagangan manusia. Melalui program ini, tim tidak hanya memberikan pemahaman terkait tindak pidana perdagangan orang, tetapi juga menggali potensi ekonomi desa melalui sektor pariwisata.
Potensi Ekowisata Mangrove
Sapto menyebutkan bahwa kawasan hutan mangrove di sekitar desa memiliki nilai strategis untuk dikembangkan menjadi destinasi ekowisata. Bersama dosen dari Universitas Maritim Raja Ali Hakim (UMRAH), tim menyusun panduan eco tourism yang tidak hanya menonjolkan keindahan alam, tetapi juga memberikan edukasi tentang ekosistem, flora, dan fauna mangrove.
Selain itu, UNAIR turut membekali warga dengan pengetahuan pengelolaan homestay. Materi tersebut dipandu oleh Dr. Yuniawan Heru Santoso SE SSos MSi dari Fakultas Vokasi, agar warga mampu menyediakan akomodasi layak bagi wisatawan sekaligus memperoleh tambahan penghasilan.
Pemberdayaan dan Inovasi Produk
Program pengabdian ini juga mencakup pelatihan keterampilan berbahasa Inggris serta strategi promosi digital yang diberikan oleh dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Warga juga diajarkan mengolah rumput laut menjadi produk inovatif berupa seaweed pie yang diharapkan dapat menjadi ikon kuliner khas Desa Pengudang.
Di sisi lain, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) bersama Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) memperkenalkan teknologi kesiapsiagaan bencana, termasuk pembangunan charging station ramah lingkungan untuk mendukung aktivitas wisata di wilayah pesisir yang rawan badai.
Dukungan Nasional dan Internasional
Pengabdian masyarakat ini turut mendapat antusiasme dari kolaborator internasional, di antaranya Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Johor dan Singapore Management University (SMU), serta dukungan dari Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA).
Sapto optimistis program ini mampu memberi dampak positif jangka panjang bagi masyarakat.
“Harapannya semoga kegiatan ini dapat membawa dampak positif bagi warga Desa Pengudang. Potensi wisata yang ada bisa terus dikembangkan, dan kolaborasi antar universitas dapat membantu memajukan sektor ekonomi maupun pariwisata desa,” ujarnya.
Dengan kolaborasi lintas fakultas serta dukungan mitra dalam dan luar negeri, UNAIR berharap Desa Pengudang mampu tumbuh menjadi desa wisata mandiri berbasis ekowisata yang berdaya saing. (abd)


