<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>eastjavatraveler.com</title>
	<atom:link href="http://eastjavatraveler.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://eastjavatraveler.com</link>
	<description>etalase wisata jawa timur</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Feb 2010 11:52:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ekspresi Manusiawi dalam Sketsa Pinkgirlgowild</title>
		<link>http://eastjavatraveler.com/?p=1399</link>
		<comments>http://eastjavatraveler.com/?p=1399#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 11:45:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[east java]]></category>
		<category><![CDATA[east java tourism]]></category>
		<category><![CDATA[east java travel]]></category>
		<category><![CDATA[east java traveler]]></category>
		<category><![CDATA[eastjava]]></category>
		<category><![CDATA[eastjavatraveler.com]]></category>
		<category><![CDATA[jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[tourist]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[wisata jawa timur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eastjavatraveler.com/?p=1399</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sukses mengadakan pameran bersama Jouwe, dengan tema One Just 1, pada November 2008 lalu.  Kini Eunice Nuh kembali memamerkan karya karya sketsanya yang terinspirasi dari roal Dahl, manga Jepang, Tim Burton, jamur jamur dengan ekspresi manusiawi. Sebanyak 22 karya yang di torehkan di atas kanvas dan beberapa mix media akan menghiasi galeri pusat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/02/ejtcom_seniurban1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1400" style="border: 0pt none; margin: 6px;" title="ejtcom_seniurban1" src="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/02/ejtcom_seniurban1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Setelah sukses mengadakan pameran bersama Jouwe, dengan tema One Just 1, pada November 2008 lalu.  Kini Eunice Nuh kembali memamerkan karya karya sketsanya yang terinspirasi dari roal Dahl, manga Jepang, Tim Burton, jamur jamur dengan ekspresi manusiawi. Sebanyak 22 karya yang di torehkan di atas kanvas dan beberapa mix media akan menghiasi galeri pusat kebudayaan Prancis CCCL  Jalan Darmokali  10 dan akan berlangsung pada 9 hingga 28 Februari 2010, mendatang.</p>
<p>Kali ini, Eunice Nuh sang seniman menghadirkan tema “Imaginary Friends”. Dari ke dua puluh dua karyannya itu ada karakter yang berbahan resin berwarna mencolok dengan nama nama yang lucu. Salah satunya Suzuka, Notorious Ace, Happy Mushi, Piyiko.  Setiap karakter memiliki kisah dan latar belakang  masing masing. Lihat saja yang berjudul Happy Mushi yang menggambarkan jamur yang selalu tampak bahagia dan senang.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/02/ejtcom_seniurban2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1401" style="border: 0pt none; margin: 6px;" title="ejtcom_seniurban2" src="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/02/ejtcom_seniurban2-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Karena dalam sketsanya terdapat motif yang melukiskan ilustrasi  grafik  jika ada tanda di kepala bergambar sakura maka itu identik dengan wanita, dan masih banyak lagi. “pameran ini merupakan perjalanan dari sejumlah karakter yang di temui sang seniman,  sebelumnya karakter tersebut di buat  ia memilih untuk menempatkan dirinya ke dalam karakter sebagai teman hidupnya,” papar Pramenda Krishna Atase pers pusat kebudayaan Prancis (CCCL).</p>
<p>Menariknya diantara beberapa sketsa yang tertata rapi tersebut terdapat 4 kanvas berukuran 50&#215;50 yang berjudul Kill, We Love Your Brains (tengkorak), We Love You Lungs, serta We Love Your Heart (hati). Masing masing kanvas tersebut akan membawa anda untuk bermain main dengan imajinasi anda sendiri.</p>
<p>Pameran tunggal ini diadakan kembali karena di rasa cukup sukses pada bulan November 2008 lalu. ”saya rasa ini sebagai tujuan kembali sang seniman untuk menunjukkan dan mengajak seniman muda yang ada di Surabaya untuk berkarya semacam ini,” imbuh Krishna.</p>
<p><strong>naskah dan foto : dhimas</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eastjavatraveler.com/?feed=rss2&amp;p=1399</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggapai Candi Badut</title>
		<link>http://eastjavatraveler.com/?p=672</link>
		<comments>http://eastjavatraveler.com/?p=672#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 17:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[east java]]></category>
		<category><![CDATA[east java tourism]]></category>
		<category><![CDATA[east java travel]]></category>
		<category><![CDATA[east java traveler]]></category>
		<category><![CDATA[eastjava]]></category>
		<category><![CDATA[eastjavatraveler.com]]></category>
		<category><![CDATA[jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[tourist]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[wisata jawa timur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eastjavatraveler.com/?p=672</guid>
		<description><![CDATA[Di sebuah perkampungan padat, bersebelahan dengan komplek perumahan mewah, candi itu berdiri. Merenung penuh arti.
Berdiri di tengah perkampungan yang sangat padat di Dukuh Badut, yang wilayahnya terbagi secara administratif masuk Desa Karang Besuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Dan, secara pemetaan wilayah Candi Badut berada dalam kawasan wilayah Desa Karang Widoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
Saat berkunjung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2009/07/ejtcom_badut1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-673" style="border: 0pt none; margin: 8px;" title="ejtcom_badut1" src="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2009/07/ejtcom_badut1-300x209.jpg" alt="" width="300" height="209" /></a>Di sebuah perkampungan padat, bersebelahan dengan komplek perumahan mewah, candi itu berdiri. Merenung penuh arti.</p>
<p>Berdiri di tengah perkampungan yang sangat padat di Dukuh Badut, yang wilayahnya terbagi secara administratif masuk Desa Karang Besuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Dan, secara pemetaan wilayah Candi Badut berada dalam kawasan wilayah Desa Karang Widoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.</p>
<p>Saat berkunjung ke sana, EastJava Traveler menempuh rute perjalanan dari Kota Malang menuju Tidar, kemudian ke Jalan Merjosari Dinoyo baru setelah itu lanjut menuju Kecamatan Sukun untuk tujuan Desa Karang Besuki. Sampai di desa itu, kami sempat kebingungan mencari lokasi Candi Badut, karena posisi candi ini berada di dalam perkampungan warga. Selain itu akses masuknya pun sempit dan itupun sebagian adalah tanah milik warga.</p>
<p>Kondisi inilah yang juga menjadi sekian alasan beberapa wisatawan enggan berkunjung ke sana. Seperti dikatakan Kaslan, Juru Pelihara Candi Badut. ”Kebanyakan para pengunjung setelah sampai di sini berkeluh sulitnya mencapai Candi Badut,” ujarnya.</p>
<p>”Sehingga jumlah pengunjung yang datang perlahan-lahan menurun, bahkan yang sungguh menyedihkan beberapa orang luar Kota Malang mengaku awam dengan candi ini,” papar Kaslan lagi.</p>
<p><a href="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2009/07/ejtcom_badut2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-674" style="border: 0pt none; margin: 8px;" title="ejtcom_badut2" src="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2009/07/ejtcom_badut2-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a>Padahal Candi Badut termasuk salah satu peninggalan budaya yang tinggi nilai sejarahnya. Mengingat keberadaan candi ini diperkirakan berusia lebih dari 1400 tahun. Berada di antara banyak candi yang tersebar di wilayah Malang, yang dulunya merupakan sentra kebudayaan pada jaman Kerajaan Singosari. Meski demikian bukan berarti bentuk bangunan Candi Badut ikutan bergaya khas Kerajaan Singosari.</p>
<p>Menurut para ahli, bentuk bangunan Candi Badut dapat dihubungkan dengan sejarah Kerajaan Kanjuruhan yang pernah berdiri di Malang abad ke VIII Masehi. Juga diyakini peninggalan Prabu Gajayana, seorang penguasa kerajaan Kanjuruhan. Seperti yang termaktub dalam prasasti Dinoyo tahun 760 Masehi.</p>
<p>Ini terlihat dari ornamentasi serta gaya pahatan arcanya yang masih terlihat. Ciri dari suatu bangunan candi pada masa-masa itu adalah kakinya yang polos tanpa hiasan, hiasan dinding dengan motif kertal tempel, gaya arca yang naturalis, serta motif kepala kala yang mirip dengan Candi Dieng dan Gedong Songo.</p>
<p><strong>Tiga Bagian</strong><br />
Berdasarkan sisa-sisa bangunan yang terdapat di sekitar halaman, Candi Badut memiliki pagar keliling dari batu dengan denah halaman menyerupai bujur sangkar. Yakni berukuran 47 meter X 49 meter. ”Halaman ini adalah halaman pusat, karena sebuah konsep percandian memiliki tiga tingkatan bangunan. Sayangnya, di Candi Badut belum ditemukan indikasi dua halaman lainnya,” jelas Kaslan.</p>
<p>Tapi yang terlihat batu andesit bertumpuk tak beraturan, bahkan yang tersisa bagian pondasi bangunan yang terletak di sebelah utara dan selatan. Menurut keterangan Kaslan, bagian pondasi dari Candi Perwara (pengiring, red) sebelah selatan kini ditampakkan untuk suatu pembuktian jika struktur bangunan Candi Badut terdiri dari satu bangunan induk, yang didepannya terdapat tiga bangunan Candi Perwara.</p>
<p>Lebih lanjut Kaslan bercerita jika Candi Badut sesuai dengan strukturnya dibagi menjadi tiga bagian, yakni bagian kaki, badan, dan puncak.</p>
<p><a href="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2009/07/ejtcom_badut3.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-675" style="border: 0pt none; margin: 8px;" title="ejtcom_badut3" src="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2009/07/ejtcom_badut3-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a>Bagian kaki (Upapitha) disebut Bhurloka, sebuah gambaran dari alam manusia. Bagian ini ditopang oleh alas penyangga yang berbentuk persegi panjang berukuran 14,1 meter X 18,9 meter. Lapik ini terdiri dari tiga perbingkaian datar dengan tinggi masing-masing 30 centimeter, 40 centimeter, dan 20 centimeter. Bentuk kaki candi ini polos tanpa pelipit maupun ornamen yang detail. Pada sisi barat terdapat tangga selebar 1,48 meter dengan delapan anak tangga. Bentuk pipi tangga ini lengkungan berujung ukel. Sedangkan pangkal pipi tangga berhias Kala Naga. Masing-masing pipi tangga bagian luar berhias Kinara (Burung Kahyangan).</p>
<p>Bagian Badan candi berbentuk persegi ukuran 7,5 meter X 7,4 meter dengan tinggi 3,62 meter. Dengan bingkai bawah terdiri dari pelipit polos, padma berpelipit dan setengah bundaran berpelipit. Bagian badan ini dinamakan Vimana yang disebut Bwahloka, gambaran alam dengan langit.</p>
<p>Sedangkan bagian puncak yang dinamakan Cikhara disebut Swahloka, gambaran alam sorgawi atau kahyangan para dewa. Namun sayangnya untuk bagian puncak candi sudah sulit untuk diamati, karena bagian ini sudah tak tampak jelas. Akibat beberapa kali dilakukan upaya penggalian di masa silam hasilnya tidak ditemukan beberapa bagian penting dari Candi Badut.</p>
<p><strong>Reruntuhan Batu</strong><br />
Sejarah panjang melintang di Candi Badut. Mulai dari awal pembangunannya, penamaan candi, hingga penemuannya. Seperti tertera di Prasasti Dinoyo, Sejarawan Indonesia Poerbatjaraka mencoba memberi kesimpulan tentang sejarah pembuatan candi. Di dalam prasasti disebutkan adanya upaya pembuatan sebuah bangunan suci untuk memuliakan Resi Agastya. Resi Agastya menurut sejarawan Belanda Van Der Meulen yaitu seorang resi yang diagungkan oleh Raja Gajayana. Sehingga dapat dikatakan inilah yang mengilhami dibangunnya Candi Badut.</p>
<p><a href="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2009/07/ejtcom_badut4.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-676" style="border: 1px solid black; margin: 8px; float: left;" title="ejtcom_badut4" src="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2009/07/ejtcom_badut4-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a>Lebih jauh Poerbatjaraka berpendapat nama kecil Raja Gajayana adalah Liswa, yang bila diterjemahkan menurut kamus sansekerta adalah anak komedi atau juga tukang tari. Hal ini jika di dalam perkataan Jawa bisa dikatakan badut.</p>
<p>Sedangkan pendapat lain, yang diungkapkan penduduk setempat nama Candi Badut diambil dari nama sejenis pohon yang dahulu banyak tumbuh di daerah Karang Besuki. Orang sekarang menamakannya Pohon Badutan. Pohon ini konon masih tersisa satu berada di sebelah tenggara halaman candi (di luar pagar, red).</p>
<p>Kembali pada isi prasasti Dinoyo. Sebagai penghormatan pada resi Agastya dibuatlah arca dari batu hitam oleh Raja Gajayana. Namun, anehnya arca resi yang semestinya kita dapati di dalam Candi Badut nyatanya tidak ada. Malah yang tertera adalah Lingga-Yoni, yakni lambang Siwa dan Parwati.</p>
<p>Di beberapa buku arkeologi yang mencatat sejarah Candi Badut. Candi ini ditemukan pada tahun 1921, dimana bentuknya pada saat itu hanya berupa gundukan dari reruntuhan bebatuan bercampur tanah. Orang pertama yang memberitakan keberadaan Candi Badut adalah Maureen Brecher, seorang kontrolir bangsa Belanda yang bekerja di Malang.</p>
<p>Candi Badut dibangun kembali pada tahun 1925-1927 di bawah pengawasan B. De Haan dari Jawatan Purbakala Hindia Belanda. Dari hasil penggalian yang dilakukan pada saat itu diketahui bahwa bangunan candi telah runtuh sama sekali, kecuali di bagian kaki yang masih dapat dilihat susunannya.</p>
<p>Batu-batu yang ada disekitarnya kemudian dipilah-pilah dan dikumpulkan menurut jenis dan ukurannya. Atas dasar inilah kemudian dicoba untuk menyusun bangunannya. Pada tahun 1926 seluruh bagunan bagian kaki dan tubuh dapat dibangun kembali, kecuali bagian atapnya yang tidak ditemukan.</p>
<p>Sebagai upaya penyelamatan aset cagar budaya bangsa, pada tahun 1990-1993 kembali dilaksanakan pemugaran Candi Badut oleh Kanwil Depdikbud dan Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Timur, melalui Proyek Pelestarian atau Pemanfaatan Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Timur, yang dilaksanakan secara bertahap. Hingga akhirnya berwujud seperti Candi Badut yang telah berdiri saat ini.</p>
<p><strong>naskah : m. ridloi | foto : wt atmojo</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eastjavatraveler.com/?feed=rss2&amp;p=672</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lepas Penat dengan Si Mobil Mini</title>
		<link>http://eastjavatraveler.com/?p=1102</link>
		<comments>http://eastjavatraveler.com/?p=1102#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 14:10:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[east java]]></category>
		<category><![CDATA[east java tourism]]></category>
		<category><![CDATA[east java travel]]></category>
		<category><![CDATA[east java traveler]]></category>
		<category><![CDATA[eastjava]]></category>
		<category><![CDATA[eastjavatraveler.com]]></category>
		<category><![CDATA[jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[tourist]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[wisata jawa timur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eastjavatraveler.com/?p=1102</guid>
		<description><![CDATA[
Semakin banyak alternatif melepas penat, salah satunya adalah dengan mengendarai si mobil mini yang biasa dikenal dengan sebutan gokart. Dalam gokart, ada banyak hal sekaligus bisa dirasakan.
Mulai dari lintasan, rintangan jalur, hingga kompetisi.Sisi ketertarikan gokart bagi warga Kota Surabaya misalnya, seperti yang dirasakan Amri, mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di kota ini mengaku sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/02/eastjavatraveler-gokart.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1103" style="border: 0pt none; margin: 6px;" title="eastjavatraveler-gokart" src="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/02/eastjavatraveler-gokart-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p>Semakin banyak alternatif melepas penat, salah satunya adalah dengan mengendarai si mobil mini yang biasa dikenal dengan sebutan gokart. Dalam gokart, ada banyak hal sekaligus bisa dirasakan.</p>
<p>Mulai dari lintasan, rintangan jalur, hingga kompetisi.Sisi ketertarikan gokart bagi warga Kota Surabaya misalnya, seperti yang dirasakan Amri, mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di kota ini mengaku sangat sering bermain gokart. Dia bermain gokart seminggu sampai empat kali, yang dilakukannya bersama kawan-kawan kuliahnya.</p>
<p>Alasannya mengapa menjadikan gokart sebagai sebuah pilihan. Pria 22 tahun itu mengaku mendapatkan sesuatu yang lebih saat mengandarai mobil gokart di sirkuit. Mungkin juga baginya gokart adalah sebuah pelampiasan dari kesukaannya pada dunia balap mobil. “Dari pada saya main kebut-kebutan dijalan, kan mendingan balapan gokart bersama kawan-kawan,” akunya.</p>
<p>Selain itu, menurut Amri, hal lain yang diperoleh dari bermain gokart adalah adrenalin kita akan diuji. “Kalau hiburan tak ada tantangannya mengapa disuka. Apalagi yang berjiwa muda pasti berani menerima segala tantangan dan resiko, seperti yang ada di gokart,” imbuhnya.</p>
<p>Senada dengan Amri, Gustav Ar-Rahman, salah satu pehobi gokart di Surabaya yang ditemui EastJava Traveler di Arena Gokart Rental Vircuit Central Point di Jalan Ngagel Surabaya menjelaskan, dirinya atau beberapa penggemar gokart lainnya merasakan, saat bermain seperti mendapat tantangan memacu adrenalin.</p>
<p>“Apalagi pas ada orang lain yang memecahkan rekor kecepatan kita, pasti kita akan ketagihan atau ingin bermaksud membalasnya dengan kembali mencatat rekor,” kata Gustav.</p>
<p>Terlebih lagi kata Gustav saat di tengah perlintasan, dirinya membayangkan sedang berlaga di sirkuit balap mobil formula sungguhan. “Hitung-hitung sambil bergaya atau berlagak bagai pembalap beneran, pacu dan pacu kecepatan untuk menjadi yang terbaik,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, meski di Surabaya permainan gokart masih minim peminat, masih banyak harapan bermunculan. Seperti diutarakan Reza Musa Temenggung, pemilik Gokart Rental Vircuit di Central Point. “Semoga masyarakat Surabaya nantinya dapat lebih banyak mengenal gokart,” ujar bapak satu anak itu.</p>
<p>Bagi Reza sebelum dia membuka usaha menyediakan permainan gokart, sejak lama dia merasakan adanya aspek kesenangan yang penuh tantangan saat bermain gokart. Dan, dalam memainkannya pun tak memerlukan teknik khusus, hanya butuh faktor kebiasaan memacu kendaraan dengan cepat hingga lihai melewati bermacam tantangan.</p>
<p>Dari segi tantangan bila Anda bermain gokart biasanya ada pada kondisi jalan yang dilewati oleh kendaraan gokart. Juga pada sisi pengenalan medan sirkuit, entah itu belok-belokannya ataupun suasana di sekitar lintasan. Akan tetapi yang patut diperhatikan Anda harus merasa tenang apabila bermain gokart dilakukan dengan adu kecepatan bersama peserta lain. “Biarkan musuh kita mengancam, yang penting harus fokus dengan apa yang ada di depan ditambah dengan makin melaju kencang gas mobil gokart kita,” kata Gustav lagi.</p>
<p>Asal tahu saja, dalam gokart, faktor kecepatan cukup bervariasi. Misalnya sebutan Superkarts yang lazim digunakan untuk kecepatan melebihi 260 km per jam. Bandingkan dengan go-karts, yang terbatas pada kecepatan yang tidak lebih dari 24 km per jam. Sebuah Kf1 kart, dengan mesin 125 cc 2-langkah dan berat keseluruhan termasuk pengemudi yang terdiri dari 150 kilogram memiliki kecepatan tertinggi 137 km per jam. Dibutuhkan waktu 3 detik lebih sedikit untuk kecepatan 0-96 km / jam dengan 125 cc shifter kart (6 gigi), dengan kecepatan tertinggi 185 km per jam pada rangkaian panjang.</p>
<p>Ingin lebih aman saat bermain gokart, pihak pengelola biasanya menyediakan peralatan pengaman saat melaju. Seperti helm, sarung tangan, pelindung kaki, dan dapat pula mengenakan sepatu khusus balap mobil.</p>
<p>m. ridloi | foto : wt atmojo</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eastjavatraveler.com/?feed=rss2&amp;p=1102</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Adu Nasib di Ujung Kail</title>
		<link>http://eastjavatraveler.com/?p=1218</link>
		<comments>http://eastjavatraveler.com/?p=1218#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 08:50:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[east java]]></category>
		<category><![CDATA[east java tourism]]></category>
		<category><![CDATA[east java travel]]></category>
		<category><![CDATA[east java traveler]]></category>
		<category><![CDATA[eastjava]]></category>
		<category><![CDATA[eastjavatraveler.com]]></category>
		<category><![CDATA[jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[tourist]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[wisata jawa timur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eastjavatraveler.com/?p=1218</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan, memancing telah berkembang jadi gaya hidup tersendiri. Kondisi ini langsung direspon para pengelola tempat wisata.
Alasannya sebagai hobi juga bahkan, ada yang menggolongkan memancing sebagai kegiatan olah raga dan dapat dilombakan seperti jenis olah raga lainnya, dan ada pula sisi sebagai sarana berwisata. Seperti yang diutarakan Suwanto, salah satu pehobi mancing mengatakan mancing di laut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/02/eastjavatraveler_mancing011.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1229" style="border: 0pt none; margin: 6px;" title="eastjavatraveler_mancing01" src="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/02/eastjavatraveler_mancing011-300x214.jpg" alt="" width="300" height="214" /></a>Belakangan, memancing telah berkembang jadi gaya hidup tersendiri. Kondisi ini langsung direspon para pengelola tempat wisata.</p>
<p>Alasannya sebagai hobi juga bahkan, ada yang menggolongkan memancing sebagai kegiatan olah raga dan dapat dilombakan seperti jenis olah raga lainnya, dan ada pula sisi sebagai sarana berwisata. Seperti yang diutarakan Suwanto, salah satu pehobi mancing mengatakan mancing di laut lepas membuatnya mendapatkan sebuah pengalaman menarik, yaitu perasaan senang dan menghilangkan beban stres bersama kawan-kawan saat mancing.</p>
<p>Sehingga banyak even-even berskala besar digelar demi menggiatkan kegiatan memancing, seperti halnya di Jawa Timur sendiri. Pada 16 Nopember 2008 diadakan festival mancing di Pantai Pasir Putih Situbondo. Dari kegiatan itu diharapkan dapat kembali mengundang minat wisatawan lokal maupun mancanegara yang gemar memancing, sehingga mereka senang menjadikan lautan yang ada di Jatim sebagai kawasan memancing andalan.</p>
<p>Didukung dengan kondisi lautan di Jawa Timur, keahlian dan peralatan yang sangat mendukung memancing seakan tidak dapat lagi dihindari. Setiap akhir pekan banyak yang menjadikannya sebagai alternatif berwisata bersama rekan maupun saudara. Cukup dengan merencanakan laut mana yang akan dituju, kemudian mencari sewa perahu atau kapal dan bekal memadai untuk menuju ke sana dan siap berburu ikan yang ada didalam perairan.</p>
<p>Memancing di lokasi perairan tawar dari pandangan para pehobi mancing memang sangat mudah, namun ikan yang akan didapat juga tergolong biasa. Beda halnya dengan memancing di lokasi perairan laut lepas, untuk target ikan yang akan diperoleh cukup besar dan bermacam-macam. Selain itu unsur berwisata juga dapat kita rasakan, yakni memandangi lanskap lautan lepas dan gelombang arus air laut.</p>
<p>Apabila kita berkehendak memancing di laut dapat dilakukan diperairan dangkal yang dekat dari pantai, atau diperairan dalam yang jauh dari pantai. Semuanya tergantung pada keinginan, dana, dan kelengkapan sarana. Memancing di sekitar pantai atau perairan dangkal dapat dilakukan di dermaga, anjungan pelabuhan, atau di perairan karang dekat pantai.<br />
Penentuan lokasi pemancingan yang tepat di laut memang agak sulit, apalagi di perairan lepas.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/02/eastjavatraveler_mancing021.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1230" style="border: 0pt none; margin: 6px;" title="eastjavatraveler_mancing02" src="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/02/eastjavatraveler_mancing021-300x214.jpg" alt="" width="300" height="214" /></a>Dalam hal ini peran nelayan setempat sangat membantu. Mereka biasanya lebih mengetahui di mana perairan karang berada dan di mana terdapat lokasi ikan-ikan tertentu. Hal ini didasarkan pada pengalaman mereka selama bertahun-tahun di laut. Oleh sebab itu, bagi yang tidak mau mengambil resiko salah dalam memilih lokasi, bisa meminta bantuan nelayan setempat sebagai penunjuk jalan. Hal seperti ini sering dilakukan oleh sebagian besar pemancing di laut. Bahkan, kadang-kadang sekalian menyewa perahu mereka.</p>
<p>Jika memperhatikan posisi mata pancing di dalam air, memancing di laut dapat dilakukan di dekat permukaan , di lapisan tengah, atau di dasar perairan. Dengan adanya lokasi pemancingan yang berbeda ini tentunya diperlukan teknik pemancingan yang berbeda pula.</p>
<p>Teknik memancing dekat permukaan akan berlainan dengan teknik memancing di dasar. Cara memancing di laut memang dapat dikatakan lebih rumit dibandingkan cara memancing di air tawar. Namun, apabila menguasai tekniknya, memancing di laut akan terasa lebih mengasyikkan. Jenis ikan di laut umumnya lebih beragam dan ukurannya lebih besar dibandingkan ikan air tawar.</p>
<p>Untuk tips dalam persiapan yang akan kita lakukan saat memancing, beberapa pehobi memancing banyak memberikan paparannya. Antara lain persiapan bekal yang akan dibawa saat berburu ikan di laut lepas karena ketika di sana kita tak butuh waktu singkat, seperti umpan, senar dan alat pancing, tempat penyimpanan ikan hingga kapal atau perahu yang akan ditumpangi.</p>
<p>Selain itu juga perlu adanya penentuan waktu, dapat dilakukan pada siang hari (dari pagi hingga petang) dan juga malam hari. Namun semua kegiatan memancing di laut kadang selalu tergantung juga dengan keadaan cuaca. Baik faktor cuaca di atas permukaan laut biasa berhubungan dengan matahari, bulan, angin, ombak dan awan. Maupun faktor cuaca di dalam air laut, yang mana kita perlu juga mengetahui suhu air laut, arus air laut, dan kejernihan air laut.</p>
<p>Menurut keterangan Harry Syahrully Riadi, salah seorang penggemar mancing, memancing tidak hanya dibutuhkan kemauan dan skill saja, tetapi juga kita harus memahami banyak teknik khususnya yang berhubungan dengan kondisi alam. “Kalau kita sudah sering melakukannya ikan-ikan besar tak akan luput dari kail, maka teruslah melatih kreatifitas dan kuncinya ada pada kesabaran sebab memancing yang dibutuhkan adalah kedua unsur itu,” paparnya.</p>
<p><strong>ridloi | foto:dok.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eastjavatraveler.com/?feed=rss2&amp;p=1218</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agar Liburan di Trawas Makin Sempurna</title>
		<link>http://eastjavatraveler.com/?p=1092</link>
		<comments>http://eastjavatraveler.com/?p=1092#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 19:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[HOTEL AND RESTO]]></category>
		<category><![CDATA[east java]]></category>
		<category><![CDATA[east java tourism]]></category>
		<category><![CDATA[east java travel]]></category>
		<category><![CDATA[east java traveler]]></category>
		<category><![CDATA[eastjava]]></category>
		<category><![CDATA[eastjavatraveler.com]]></category>
		<category><![CDATA[jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[tourist]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[wisata jawa timur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eastjavatraveler.com/?p=1092</guid>
		<description><![CDATA[Setelah penat selama berhari-hari kerja, maka tubuh dan pikiran memerlukan waktu untuk beristirahat, baik fisik maupun psikis. Dengan segarnya tubuh dan jiwa, maka saat Anda memulai kembali hari di minggu yang baru akan lebih bersemangat.
Ada beragam cara untuk mengembalikan kesegaran tubuh dan jiwa, mulai dari berolahraga, melakukan perawatan di spa, berkumpul dan bermain bersama seluruh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/02/eastjavatraveler-GRANDTrawas01.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1093" style="border: 0pt none; margin: 6px;" title="eastjavatraveler-GRANDTrawas01" src="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/02/eastjavatraveler-GRANDTrawas01-300x214.jpg" alt="" width="300" height="214" /></a>Setelah penat selama berhari-hari kerja, maka tubuh dan pikiran memerlukan waktu untuk beristirahat, baik fisik maupun psikis. Dengan segarnya tubuh dan jiwa, maka saat Anda memulai kembali hari di minggu yang baru akan lebih bersemangat.</p>
<p>Ada beragam cara untuk mengembalikan kesegaran tubuh dan jiwa, mulai dari berolahraga, melakukan perawatan di spa, berkumpul dan bermain bersama seluruh anggota keluarga, atau pergi menikmati keindahan alam serta fasilitas pendukung yang prima.</p>
<p>Akhir pekan adalah saat yang tepat untuk berlibur keluar dari kota Surabaya. Salah satu alternatif yang menarik adalah ke Trawas.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/02/eastjavatraveler-GRANDTrawas02.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1094" style="border: 0pt none; margin: 6px;" title="eastjavatraveler-GRANDTrawas02" src="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/02/eastjavatraveler-GRANDTrawas02-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Soal khawatir macet, coba jalur Krian-Mojosari. Ya, berlibur di Trawas, Mojokerto bisa jadi salah satu pilihan Anda. Di sana ada air terjun Dlundung, kebun Salak, dimana kita bisa memetik sendiri, juga ada kegiatan Kids Outbound dengan fasilitas Flying Fox, serta <em>Family Outbound</em> yang bisa Anda nikmati di Grand Trawas Hotel.</p>
<p>Hotel yang bukan saja akan memanjakan Anda dengan fasilitas menginap lengkap namun juga pemandanagn pegunungan yang khas serta udaranya yang sejuk. Tak ketinggalan, beragam menu khas Grand Trawas Hotel seperti Sup Buntut Goreng, Iga Bakar, Tahu Bandung dan masih banyak lagi. Semuanya dijamin membuat Anda ketagihan untuk menikmatinya lagi dan lagi.</p>
<p>Belum lagi fasilitas bermain, kolam renang dengan pemandangan langsung menuju Gunung Penanggungan, area bermain anak serta ruang karaoke yang dapat Anda manfaatkan sembari menginap di Grand Trawas Hotel.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/02/eastjavatraveler-GRANDTrawas03.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1095" style="border: 0pt none; margin: 6px;" title="eastjavatraveler-GRANDTrawas03" src="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/02/eastjavatraveler-GRANDTrawas03-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Segera pastikan kunjungan Anda di Grand Trawas Hotel dan manfaatkan beragam penawaran menarik yang sesuai dengan rencana berlibur Anda. Selain itu perlu untuk menjaga kebugaran tubuh dan jiwa agar Anda terhindar dari stress yang menjadi awal beragam gangguan kesehatan, nikmati waktu berlibur Anda bersama Grand Trawas Hotel.(adv)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eastjavatraveler.com/?feed=rss2&amp;p=1092</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Matchbox Coffe ‘n Friends, Tempat Nongkrong anak Muda</title>
		<link>http://eastjavatraveler.com/?p=1084</link>
		<comments>http://eastjavatraveler.com/?p=1084#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 01:18:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[HOTEL AND RESTO]]></category>
		<category><![CDATA[east java]]></category>
		<category><![CDATA[east java tourism]]></category>
		<category><![CDATA[east java travel]]></category>
		<category><![CDATA[east java traveler]]></category>
		<category><![CDATA[eastjava]]></category>
		<category><![CDATA[eastjavatraveler.com]]></category>
		<category><![CDATA[jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[tourist]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[wisata jawa timur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eastjavatraveler.com/?p=1084</guid>
		<description><![CDATA[Matchbox Coffe ‘n Friends, sebuah cafe yang akan memanjakan Anda dan teman-teman untuk bersantai, berkumpul, bahkan untuk sekedar menikmati waktu luang. Apalagi didukung dengan suasana alam terbuka sembari merasakan sajian nikmat menggugah selera. Siapa mau mengelak?
Konsep yang diterapkan oleh pihak pengelolah Matchbox adalah memang sebuah tempat berkumpul bagi anak muda, dengan model terbuka atau lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/02/eastjavatraveler_matchbox1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1085" style="border: 0pt none; margin: 6px;" title="eastjavatraveler_matchbox1" src="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/02/eastjavatraveler_matchbox1-300x206.jpg" alt="" width="300" height="206" /></a>Matchbox Coffe ‘n Friends, sebuah cafe yang akan memanjakan Anda dan teman-teman untuk bersantai, berkumpul, bahkan untuk sekedar menikmati waktu luang. Apalagi didukung dengan suasana alam terbuka sembari merasakan sajian nikmat menggugah selera. Siapa mau mengelak?</p>
<p>Konsep yang diterapkan oleh pihak pengelolah Matchbox adalah memang sebuah tempat berkumpul bagi anak muda, dengan model terbuka atau lebih pasnya adalah semi outdoor. Pola ini dapat dilihat dari sebagian tempat yang berada di bawah atap bangunan sedangkan sebagian beratapkan langit.</p>
<p>Di sisi outdoor inilah juga ada panggung kecil yang saat masuk weekend digunakan untuk live music dari berbagai aliran.</p>
<p><a class="thickbox" title="foto : wt atmojo" href="http://eastjavatraveler.com/wp-content/gallery/matchbox/eastjavatraveler_matchbox2.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-none alignleft" style="border: 1px solid black; margin: 6px;" src="http://eastjavatraveler.com/wp-content/gallery/matchbox/thumbs/thumbs_eastjavatraveler_matchbox2.jpg" alt="eastjavatraveler_matchbox2" width="100" height="75" /></a><a class="thickbox" title="foto : wt atmojo" href="http://eastjavatraveler.com/wp-content/gallery/matchbox/eastjavatraveler_matchbox3.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left alignleft" style="border: 1px solid black; margin: 6px;" src="http://eastjavatraveler.com/wp-content/gallery/matchbox/thumbs/thumbs_eastjavatraveler_matchbox3.jpg" alt="eastjavatraveler_matchbox3" width="100" height="75" /></a>Pengunjung bisa menikmati malam ditemani warna-warni bola lampu dan lilin kecil di atas meja. Nuansa berbeda daripada kebanyakan cafe lainnya yang ada di Kota Surabaya, setidaknya yang menjadi alasan mengapa cafe ini ramai dikunjungi. Terlebih pas malam hari suasananya pun berubah bertambah ramai akan suara-suara kawula muda.</p>
<p>Sejak awal dibuka pada 20 Desember 2008 Matchbox menempatkan diri dengan mengandalkan konsep ini. Setidaknya inilah menjadi ciri khas cafe yang beralamatkan di Jalan Sumatera 40, Surabaya ini. Seperti yang dikatakan Kika Dhersy Putri, Marketing &amp; Promotion Manager Matchbox pada EastJava Traveler pengunjung merasa nyaman bila datang kemari dengan konsep seperti ini. “Konsep yang dibuat pada tempat ini adalah dengan tempat yang terbuka yang nyaman,” imbuhnya.</p>
<p>Dengan nuansa seperti itu, tak salah bila Matcbox kerap dijadikan pilihan tempat kumpul-kumpul para kawula muda. Menurut penjelasan Kika Dhersy Putri biasanya mereka adalah para komunitas. “Kebanyakan mulai dari komunitas tato, fotografi, vespa, dan masih banyak komunitas lainnya yang jadi langganan kami,” ujarnya.</p>
<p><strong><a class="thickbox" title="foto : wt atmojo" href="http://eastjavatraveler.com/wp-content/gallery/matchbox/eastjavatraveler_matchbox4.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left alignleft" style="border: 1px solid black; margin: 6px;" src="http://eastjavatraveler.com/wp-content/gallery/matchbox/thumbs/thumbs_eastjavatraveler_matchbox4.jpg" alt="eastjavatraveler_matchbox4" width="100" height="75" /></a>Lengkap dan Murah</strong><br />
Tidak hanya menyediakan sebuah tempat dengan suasana yang nyaman. Untuk para netter mania di Matchbox juga dilengkapi dengan free WiFi, yang memungkinkan Anda berselancar di dunia maya tanpa batasan. Layanan ini merupakan salah satu kelebihan yang disediakan oleh Matchbox. Bahkan di tempat ini juga terdapat TV cable yang biasa dipergunakan untuk acara nonton bareng.</p>
<p>Sedangkan untuk urusan menu, karena Matchbox adalah sebuah cafe yang hadir untuk kawula muda maka menu makanan dan minuman yang tersedia sudah barang tentu adalah sajian ringan, yang sekiranya cocok jadi teman setia untuk kongkow.</p>
<p>Untuk minuman ada banyak pilihan seperti ice coffee late, hot or ice cappucino, ice coffee, juga ada special Matchbox mix coffee terdiri dari melon yang dimix dengan milk coffee, mint yang dimix dengan milk coffee, ginger yang dimix dengan milk coffee, clove yang dimix dengan milk coffee. Selain ada pula aneka special tea, punch day, squash day, soft drink, serta bermacam shake &amp; float.</p>
<p><a class="thickbox" title="foto : wt atmojo" href="http://eastjavatraveler.com/wp-content/gallery/matchbox/eastjavatraveler_matchbox5.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left alignleft" style="border: 1px solid black; margin: 6px;" src="http://eastjavatraveler.com/wp-content/gallery/matchbox/thumbs/thumbs_eastjavatraveler_matchbox5.jpg" alt="eastjavatraveler_matchbox5" width="100" height="75" /></a><a class="thickbox" title="foto : wt atmojo" href="http://eastjavatraveler.com/wp-content/gallery/matchbox/eastjavatraveler_matchbox6.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left alignleft" style="border: 1px solid black; margin: 6px;" src="http://eastjavatraveler.com/wp-content/gallery/matchbox/thumbs/thumbs_eastjavatraveler_matchbox6.jpg" alt="eastjavatraveler_matchbox6" width="100" height="75" /></a>Bagi pengunjung yang suka dengan aneka minuman beralkohol di tempat ini terdapat sebuah ruang bernama Lava Lounge. Di sini tersedia aneka bir berkelas dan bercitarasa tinggi. Seperti Arak Bali dengan harga Rp. 15.545 per gelas dan untuk perbotol plus mixer Rp. 89.090. Pitcher Whisky Cola seharga Rp. 79.090. Brem Bali seharga Rp. 19.090. Dan masih ada banyak lainnya, Heineken dan bir bintang.</p>
<p>Selain itu juga ada beberapa pilihan menu makanan atau camilan. Antara lain aneka nasi goreng, mulai dari seafood, Jawa, special, katsu, dan chicken teriyaki. Untuk aneka noodle ada bakmi goreng Jawa, seafood, special dan bakmi goreng gila terdiri dari perpaduan lauk dengan tumisan sosis, ayam dan bakso yang disajikan lengkap dengan krupuk. Tak lupa pula ada aneka pilihan steak, soup, sandwich, dan burger dengan rasa yang sangat menggugah selera. Sementara bagi yang ingin menikmati snack juga tersedia dengan banyak pilihan menu.</p>
<p>Urusan harga, cafe ini menawarkan menu yang harganya cukup terjangkau. Mulai Rp. 5 ribu sampai Rp. 28 ribu. “Harga yang kami kenakan memang tidak mahal karena memang target pasar kami adalah anak muda tingkat SMA hingga kuliah,” pungkas Kika.</p>
<p><strong>naskah : rizky/m.ridloi | foto : wt atmojo</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eastjavatraveler.com/?feed=rss2&amp;p=1084</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nikmatnya Chinesse Cocktail di Sheraton Surabaya Hotel</title>
		<link>http://eastjavatraveler.com/?p=1073</link>
		<comments>http://eastjavatraveler.com/?p=1073#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 07:10:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[east java]]></category>
		<category><![CDATA[east java tourism]]></category>
		<category><![CDATA[east java travel]]></category>
		<category><![CDATA[east java traveler]]></category>
		<category><![CDATA[eastjava]]></category>
		<category><![CDATA[eastjavatraveler.com]]></category>
		<category><![CDATA[jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[tourist]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[wisata jawa timur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eastjavatraveler.com/?p=1073</guid>
		<description><![CDATA[Menikmati hangatnya malam, tak ada salahnya jika menikmati variasi minuman spesial di Kawi Lounge Sheraton Surabaya Hotel &#38; Tower. Karena Kawi Lounge menyiapkan beragam minuman dengan cita rasa tinggi yang pas bagi para executive muda serta socialite.
Adapun menunya adalah Cosmopolitan yang dapat dinikmati dengan harga Rp 80 ribu. Minuman ini terdiri dari Vodka, triple sec, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/02/eastjavatraveler_sheraton.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1074" style="border: 0pt none; margin: 6px;" title="eastjavatraveler_sheraton" src="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/02/eastjavatraveler_sheraton-300x232.jpg" alt="" width="300" height="232" /></a>Menikmati hangatnya malam, tak ada salahnya jika menikmati variasi minuman spesial di Kawi Lounge Sheraton Surabaya Hotel &amp; Tower. Karena Kawi Lounge menyiapkan beragam minuman dengan cita rasa tinggi yang pas bagi para executive muda serta socialite.</p>
<p>Adapun menunya adalah <em>Cosmopolitan </em>yang dapat dinikmati dengan harga Rp 80 ribu. Minuman ini terdiri dari Vodka, triple sec, cranberry Jc, dan lime Jc.</p>
<p>Sementara bagi pengunjung yang sedang merayakan Imlek, Kawi Lounge menawarkan variasi minuman Chinesse Cocktail yang terdiri dari Rum, triple sec, angostura bitter, Maraschino, dan Grenadyne yang ditawarkan harga Rp 80 ribu.</p>
<p>Tak kalah menariknya lagi ada minuman Lung yuan  tiger seharga Rp 45 ribu dan Lung Yuan Delight seharga Rp 80 ribu.</p>
<p><strong>naskah dan foto : dhimas prasaja</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eastjavatraveler.com/?feed=rss2&amp;p=1073</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menikmati Double Sirloin Steak di Surabaya Plaza Hotel</title>
		<link>http://eastjavatraveler.com/?p=1029</link>
		<comments>http://eastjavatraveler.com/?p=1029#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 05:35:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[HOTEL AND RESTO]]></category>
		<category><![CDATA[east java]]></category>
		<category><![CDATA[east java tourism]]></category>
		<category><![CDATA[east java travel]]></category>
		<category><![CDATA[east java traveler]]></category>
		<category><![CDATA[eastjava]]></category>
		<category><![CDATA[eastjavatraveler.com]]></category>
		<category><![CDATA[jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[tourist]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[wisata jawa timur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eastjavatraveler.com/?p=1029</guid>
		<description><![CDATA[Tradisi menikmati steak sebagai salah satu makanan Western favorit sudah menjadi hal yang umum di kalangan penikmat kuliner Surabaya. Penggemar daging panggang utamanya dijadikan menu favorit santap malam ini tak sedikit jumlahnya, dan yang pasti, semakin bertambah dari waktu ke waktu. Fenomena ini, ditambah dengan semakin dekatnya momen Valentine’s Day, menginspirasi Executive Chef Surabaya Plaza [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/01/ejtcom_sph11.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1139" style="border: 0pt none; margin: 6px;" title="ejtcom_sph1" src="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/01/ejtcom_sph11-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Tradisi menikmati steak sebagai salah satu makanan Western favorit sudah menjadi hal yang umum di kalangan penikmat kuliner Surabaya. Penggemar daging panggang utamanya dijadikan menu favorit santap malam ini tak sedikit jumlahnya, dan yang pasti, semakin bertambah dari waktu ke waktu. Fenomena ini, ditambah dengan semakin dekatnya momen Valentine’s Day, menginspirasi Executive Chef Surabaya Plaza Hotel (SPH), Eko Sugeng Purwanto meluncurkan menu barunya, Double Sirloin Steak (DSS).</p>
<p>Menu steak ukuran jumbo ini terbuat dari daging sirloin (has luar), daging yang terletak dekat dengan daging jenis tenderloin. Ketika ditanya latar belakang pemikiran Chef Eko dalam meluncurkan menu ini, pria berusia 49 tahun ini berkata, ”Kita sedang menyambut Valentine, yang identik dengan makan malam berdua dengan pasangan. DSS ini sangat cocok dinikmati untuk momen Valentine, berbagi sepiring bersama. Romantis!” ungkapnya dengan canda.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/01/ejtcom_sph2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1031" style="border: 0pt none; margin: 6px;" title="ejtcom_sph2" src="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/01/ejtcom_sph2-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Selain itu, penikmat steak biasanya kurang sreg dengan porsi standar penyajian Sirloin yang hanya 200 gr per porsi, namun jika disuruh untuk menikmati ronde kedua dari menu yang sama, biasanya mereka sudah eneg dan tidak dihabiskan.</p>
<p>Merujuk pada fakta itu, maka SPH meluncurkan DSS yang standar penyajiannya adalah 500 gram per porsi sehingga per orang mendapatkan 250 gram daging lezat lengkap dengan penemannya, semangkuk penuh kentang goreng yang renyah dan semangkuk salad segar sebagai pengganti sauteed mixed vegetables yang biasanya dijadikan peneman steak.</p>
<p>Saat ditanya harga, Mervina Fatima Zehra, Business Communication Executive SPH mengatakan bahwa harga yang berani ditawarkannya cukup berani, karena hanya dengan Rp 135.000,- nett, Anda sudah bisa menikmati 500 gram daging sirloin impor lengkap dengan kentang dan salad sebagai penemannya.</p>
<p>”Dan jangan lupa juga sausnya, saus murco. Coba tebak saus apa itu murco? Jamur merico!” pungkasnya dengan tawa.</p>
<p>Ditambahkan oleh chef Eko, adanya salad yang membuat peneman steak ini berbeda dari biasanya, ditujukan untuk menyeimbangkan proporsi gizi yang terdapat dalam satu set menu tersebut. Karbohidrat dari French Fries, protein dari daging, semuanya bisa diseimbangkan dengan bermacam sayuran segar dalam salad itu sendiri.</p>
<p>Prime Plaza Hotels &amp; Resorts merupakan sebuah jaringan perhotelan berstandar internasional, terdiri dari kategori Plaza dan Dynasty yang menyediakan fasilitas dan akomodasi wisata, bisnis dan pertemuan yang berkualitas di berbagai lokasi terpilih di Indonesia. Mulai dari akomodasi yang nyaman dan menyenangkan di berbagai daerah wisata hingga hotel bisnis yang efisien, Prime Plaza Hotels &amp; Resorts merupakan “The Signature of Indonesian Hospitality”.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eastjavatraveler.com/?feed=rss2&amp;p=1029</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sate Kuda Lezat dan Berkhasiat</title>
		<link>http://eastjavatraveler.com/?p=1051</link>
		<comments>http://eastjavatraveler.com/?p=1051#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 02:28:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[CULINARY]]></category>
		<category><![CDATA[east java]]></category>
		<category><![CDATA[east java tourism]]></category>
		<category><![CDATA[east java travel]]></category>
		<category><![CDATA[east java traveler]]></category>
		<category><![CDATA[eastjava]]></category>
		<category><![CDATA[eastjavatraveler.com]]></category>
		<category><![CDATA[jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[kuda]]></category>
		<category><![CDATA[sate]]></category>
		<category><![CDATA[sate kuda]]></category>
		<category><![CDATA[tourist]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[wisata jawa timur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eastjavatraveler.com/?p=1051</guid>
		<description><![CDATA[Terbiasa dengan sate dari daging kambing, sapi atau ayam. Coba rasa unik menu satu ini, sate daging kuda. Mau?
Sate kuda sengaja disajikan sama dengan bentuk sate dari daging lainnya. Hanya saja banyak orang yang gemar mengkonsumsi sate ini lantaran khasiat yang tersimpan dari daging kuda. Seperti menambah vitalitas tubuh, dagingnya bermanfaat untuk menyembuhkan gatal-gatal, meringankan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/01/ejtcom_Sate-Kuda1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1053" style="border: 0pt none; margin: 6px;" title="ejtcom_Sate-Kuda1" src="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/01/ejtcom_Sate-Kuda1-300x219.jpg" alt="" width="300" height="219" /></a>Terbiasa dengan sate dari daging kambing, sapi atau ayam. Coba rasa unik menu satu ini, sate daging kuda. Mau?</p>
<p>Sate kuda sengaja disajikan sama dengan bentuk sate dari daging lainnya. Hanya saja banyak orang yang gemar mengkonsumsi sate ini lantaran khasiat yang tersimpan dari daging kuda. Seperti menambah vitalitas tubuh, dagingnya bermanfaat untuk menyembuhkan gatal-gatal, meringankan bahkan menyembuhkan asma, dan non kolesterol karena daging kuda tidak mengandung lemak, sehingga aman untuk penderita darah tinggi.</p>
<p>”Selain itu, ada beberapa tamu yang tahu dari beberapa kyai, kalau organ-organ kuda seperti otak, daging lunak di dalam lapisan telapak kaki kuda itu juga berkhasiat. Otaknya bisa untuk penenang dan penurun stress, kalau daging lunaknya tadi, bisa digoreng dan diblender untuk dijadikan kopi dan dikonsumsi untuk menstabilkan gula darah,” jelas Moelyono, penjual sate kuda di Jalan Kapasari, Surabaya.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/01/ejtcom_Sate-Kuda3.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1059" style="border: 0pt none; margin: 6px;" title="ejtcom_Sate-Kuda3" src="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/01/ejtcom_Sate-Kuda3-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Untuk mengolah daging kuda agar tak terasa keras saat dimakan. Bapak empat anak yang kerab disapa Cak Moel ini memiliki cara tersendiri dalam mengolah daging kudanya.</p>
<p>Sebelum diberi bumbu, lapisan-lapisan serat yang ada harus dibuang seluruhnya hingga yang tersisa hanya murni dagingnya saja. Setelah itu, dipotong kecil-kecil sesuai ukuran sate, dan dibakar hingga empuk dan jangan sampai kering, karena bila daging terlalu kering justru akan membuat daging kuda keras dimakan.</p>
<p>Hanya dengan mengeluarkan Rp 14 ribu saja, Anda dapat menikmati satu porsi berisikan 10 tusuk sate daging kuda. Selain sate kuda, kaki lima milik suami dari Wiwik Idayati ini juga menjual beberapa menu lain, seperti tahu campur, kikil sapi, sate nyambik, dan ke depannya akan ada sup Konro daging kuda.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/01/ejtcom_Sate-Kuda2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1057" style="border: 0pt none; margin: 6px;" title="ejtcom_Sate-Kuda2" src="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/01/ejtcom_Sate-Kuda2-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Daging sate kambing cak Moel ini buka setiap hari mulai dari jam 5 sore hingga 11 malam. Bahkan, seringkali pria asli Lamongan ini menutup tokonya jam 12 malam karena banyaknya pelanggan yang datang. Kaki lima ini juga sudah membuka cabang di Dapur Nusantara ITC lantai 3.</p>
<p><strong>eva tarida | foto : dhimas prasaja</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eastjavatraveler.com/?feed=rss2&amp;p=1051</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perahu Layar Nusantara dalam Bingkai</title>
		<link>http://eastjavatraveler.com/?p=1066</link>
		<comments>http://eastjavatraveler.com/?p=1066#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 19:08:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[ART AND CULTURE]]></category>
		<category><![CDATA[art and culture]]></category>
		<category><![CDATA[east java]]></category>
		<category><![CDATA[east java tourism]]></category>
		<category><![CDATA[east java travel]]></category>
		<category><![CDATA[east java traveler]]></category>
		<category><![CDATA[eastjava]]></category>
		<category><![CDATA[eastjavatraveler.com]]></category>
		<category><![CDATA[jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[painting]]></category>
		<category><![CDATA[photographs]]></category>
		<category><![CDATA[tourist]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[wisata jawa timur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eastjavatraveler.com/?p=1066</guid>
		<description><![CDATA[Di awal tahun 2010, Pusat Kebudayaan Prancis (CCCL) kembali menggelar pameran foto. Kali ini tema yang diangkat Perahu Layar Nusantara (Jawa Timur dan Madura). Pameran yang digelar sepanjang 20 Januari hingga 5 Februari 2010 ini menghadirkan 40 foto karya Paul Piollet.
Acara pameran foto ini merupakan rangkaian dari pameran foto yang bertemakan ”Bertemu Pandang Di Lautan”. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/01/EJT1.com_.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1067" style="border: 0pt none; margin: 6px;" title="eastjavatraveler-cccl1" src="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/01/EJT1.com_-300x206.jpg" alt="" width="300" height="206" /></a>Di awal tahun 2010, Pusat Kebudayaan Prancis (CCCL) kembali menggelar pameran foto. Kali ini tema yang diangkat <em>Perahu Layar Nusantara (Jawa Timur dan Madura)</em>. Pameran yang digelar sepanjang 20 Januari hingga 5 Februari 2010 ini menghadirkan 40 foto karya Paul Piollet.</p>
<p>Acara pameran foto ini merupakan rangkaian dari pameran foto yang bertemakan ”Bertemu Pandang Di Lautan”. Selain berlangsung di Galeri CCCL pameran foto bertajuk  ”Perahu Khas Marseille” karya fotografer Patrix Box rencananya juga akan di pamerkan di galeri House Of Sampoerna pada tanggal 21 Januari 2010 mendatang.</p>
<p>Pameran foto ini bertujuan untuk mengangkat kembali tradisi masyarakat maritim Indonesia yang mulai beralih ke era teknologi dari perahu tradisonal. ”Di sini saya mencoba untuk mengungkap kembali sejarah pelayaran di Nusantara selain Jawa Timur dan Madura yang digunakan untuk transportasi laut dan menangkap ikan,” kata Paul Piollet.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/01/ejtcom_cccl2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1068" style="border: 0pt none; margin: 6px;" title="ejtcom_cccl2" src="http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2010/01/ejtcom_cccl2-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Kehidupan nelayan saat ini sangat jauh berbeda dengan kehidupan di era 70’ hingga 80’ an. Laut Jawa dan Madura pada tahun 70’an sangat alami, seperti nampak pada foto Paul yang menggambarkan suasana sungai kalimas dengan ramainya perahu layar dan perahu phinisi. Hal itulah yang mendasari Paul Piollet mendokumentasikannya.”Saya rasa inilah yang menandai berakhirnya era kapal layar  tersebut, saya juga menyayangkan kehadiran motorisasi di perahu layar setelah tahun 80’- an ini,” ujarnya.</p>
<p>”Foto foto perahu layar itu merupakan hasil dokumentasi beliau di Indonesia pada tahun 1970 – hingga 1980’an, namun di situ ada perbedaan yang mendasar dengan jenis perahu layar yang  ada di Marseille,”papar Ina Silas General Manager House Of Sampoerna.</p>
<p>Tak hanya pameran foto saja. ”Diskusi bersama tim Maritime Challenge – ITS juga akan kami gelar pada hari jumat 22  Januari 2010 mendatang pada pukul 18.00 WIB di galeri Pusat  Kebudayaan Prancis (CCCL),”  imbuh Pramenda Krishna Atase pers CCCL.</p>
<p><strong>naskah dan foto : dhimas prasaja</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eastjavatraveler.com/?feed=rss2&amp;p=1066</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
